Sabtu, 16 Maret 2013

Laporan Praktikkum JARKOM (IP Static Routing) Activity 5.6.1


Laporan Pratikkum Jarkom
 
Nama : Fitriani Cahyaningsih
NIM   : 12 615 026



Tujuan Praktikum 
1. Mahasiswa dapat Kemampuan integrasi Routing IP paket
2. Mahasiswa dapat megkoneksikan komputer
1A dan 1B dengan server melalui dua router.
3. Mahasiswa dapat melakukan uji koneksi dari hasil praktikum ini.
Pendahuluan

 Router merupakan salah satu perangkat dalam dunia jaringan komputer. Pengertian Router adalah perangkat jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa jaringan atau network, baik jaringan yang menggunakan teknologi sama atau yang berbeda, misalnya menghubungkan jaringan topologi Bus, topologi Star atau topologi Ring. Karena router ini menghubungkan beberapa jaringan tentunya router berbeda dengan Switch. Switch hanya perangkat yang digunakan untuk menghubungkan beberapa komputer sehingga membentuk LAN atau local area network. Sedangkan router adalah perangkat yang menghubungkan satu LAN dengan banyak LAN lainnya.

Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring. Router umumnya dipakai untuk jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, router jenis ini dinamakan IP Router. Internet merupakan contoh utama dari jaringan yang memiliki IP Router.
Server
Server sesuai dengan namanya bisa diartikan sebagai pelayan pada suatu jaringan komputer. Server adalah komputer yang berfungsi untuk melayani, membatasi, dan mengontrol akses terhadap client-client dan sumber daya pada suatu jaringan komputer. Server didukung spesifikasi/kemampuan hardware yang besar (berbeda dengan komputer biasa), server juga menggunakan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi jaringan

Umumnya, di dalam sistem operasi server terdapat berbagai macam layanan yang menggunakan arsitektur client/server. Contoh dari layanan server adalah DHCP, Mail Server, HTTP Server, FTP Server, DNS server, dan lain sebagainya. Setiap sistem operasi server umumnya membundel layanan-layanan tersebut, meskipun pihak ketiga dapat pula membuat layanan tersendiri. Setiap layanan tersebut akan merespon request dari client. Sebagai contoh, DHCP client akan memberikan request kepada server yang menjalankan layanan DHCP Server ; ketika sebuah client membutuhkan alamat IP, klien akan memberikan request kepada server, dengan bahasa yang dipahami oleh DHCP Server, yaitu protokol DHCP itu sendiri.


  1. FTP Server : File Transfer Protocol Server untuk transfer data, dari atau ke client
  2. DNS Server : Domain Name Server untuk menerjemahkan sebuah domain name ke IP address
  3. DCHP Server adalah kepanjangan dari Dynamic Configuration Host Protocol. DHCP adalah protocol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan local yang tidak menggunakan DCHP harus memberikan alamat IP kepada semua computer secara manual. Jika DCHP dipasang di jaringan local, maka semua computer yang  tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dan server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

LANGKAH PRAKTIKKUM

  1.  Buat Topology Jaringan sebagai berikut :

 
      2. Lalu setting menurut alamat berikut :

 
 
     3. Setelah itu, mulai men-setting router , dengan cara mengetikkan kode berikut ke comman
         promt yang ada pada router , kodenya adalah sebagai berikut : 
        
R2-Central>en
R2-Central#config t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
R2-Central(config)#interface fa0/0
R2-Central(config-if)#ip address 172.16.255.254 255.255.0.0
R2-Central(config-if)#no shutdown
R2-Central(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
R2-Central(config-if)#end
R2-Central#
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
R2-Central#
     4. Setelah selesai di konfigurasi, masuk ke menu Config - static router , dan inilah hasilnya :

     
      5. Kemudian langkah selanjutnya adalah masuk ke menu config - global settings dan hasilnya
          adalah sebagai berikut :



Berdasarkan Praktikkum di atas , untuk membuktikan bahwa PC1A berada dalam satu jaringan dengan server, maka dapat di uji hasilnya dengan cara :


ping ip server dari PC 1A




ping ip server dari PC 1B



Konfigurasi berhasil ! Selamat Mencoba ....



Tidak ada komentar:

Posting Komentar